
SATWA DAN BIODIVERSITI | Rabu, 16 September 2026 - 08:05 WIB
Kerusakan terumbu karang di Indonesia kini mendapatkan perlawanan dari aksi nyata komunitas lokal yang mengembangkan teknik pemulihan mandiri berbasis partisipasi publik. Wisatawan juga dapat berkontribusi langsung dengan menerapkan kebiasaan penyelaman ramah lingkungan serta menggunakan produk pelindung kulit aman laut. Sinergi antara edukasi, regulasi pemerintah, dan perubahan gaya hidup menjadi kunci menjaga benteng hayati laut Nusantara.