Topik kearifan lokal

Seorang nelayan tradisional di kawasan pesisir Indonesia sedang bersiap merapikan jaring tangkapnya di atas perahu kayu saat matahari terbenam, menggambarkan ketangguhan warga pesisir menjaga tradisi bahari di tengah ketidakpastian cuaca.

SATWA DAN BIODIVERSITI

Menyusuri Jejak Kehidupan Nelayan Tradisional di Pesisir Indonesia yang Kian Terimpit Zaman

SATWA DAN BIODIVERSITI | Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Masyarakat pesisir Indonesia terus berjuang menghadapi ancaman perubahan iklim dan persaingan ketat dengan industri perikanan modern demi menjaga tradisi bahari Nusantara. Melalui integrasi kearifan lokal, teknologi navigasi tepat guna, dan pemberdayaan ekonomi komunitas, keberlanjutan hidup nelayan tradisional dapat terus dipertahankan.

Masyarakat adat di pedalaman Indonesia saat melakukan pemantauan wilayah hutan ulayat demi menjaga kelestarian alam dan keanekaragaman hayati secara turun-temurun.

MASYARAKAT ADAT

Menjaga Akar Tradisi Melalui Pengakuan Wilayah Adat untuk Keberlanjutan Lingkungan Indonesia

MASYARAKAT ADAT | Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Rabu, 26 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Pengakuan wilayah adat tidak hanya memberikan kepastian hukum bagi tanah ulayat, tetapi juga memperkuat pelestarian hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia. Melalui kearifan lokal dan gaya hidup berkelanjutan, masyarakat adat mengajarkan pentingnya menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Dukungan publik terhadap legalitas hak ulayat menjadi kunci menciptakan ekosistem hijau yang berkeadilan bagi generasi mendatang.

Masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar mengarak hasil panen padi menuju lumbung adat dalam puncak prosesi ritual Seren Taun di Sukabumi, Jawa Barat.

MASYARAKAT ADAT

Mengenal Seren Taun Ciptagelar dan Rahasia Ketahanan Pangan Adat Sunda di Lereng Gunung Halimun

MASYARAKAT ADAT | Senin, 24 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Ritual Seren Taun di Kasepuhan Ciptagelar memperlihatkan bagaimana kearifan lokal masyarakat adat Sunda mampu menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan hingga puluhan tahun. Lewat penghormatan pada alam dan sistem pertanian berbasis astronomi tradisional, warga membuktikan bahwa kesederhanaan dan tradisi leluhur dapat menjadi jawaban atas tantangan krisis pangan modern.

Warga lokal bersama relawan bekerja sama menanam bibit mangrove di kawasan pesisir guna mencegah abrasi sekaligus memulihkan ekosistem laut. Aktivitas pelestarian lingkungan berbasis masyarakat ini kini menjadi motor penggerak ekonomi baru melalui pengembangan destinasi ekowisata edukatif.

MASYARAKAT ADAT

Menjaga Alam Bersama Warga: Ketika Konservasi Menjadi Gaya Hidup Masyarakat Lokal Nusantara

MASYARAKAT ADAT | Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:32 WIB

Minggu, 23 Agustus 2026 - 01:32 WIB

Konservasi berbasis komunitas terbukti mampu menyelaraskan perlindungan alam dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga lokal di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kolaborasi tradisi adat, teknologi modern, dan ekowisata, masyarakat kini menjadi benteng utama dalam menjaga kelestarian hutan serta pesisir. Keterlibatan aktif konsumen perkotaan dalam mendukung produk dan destinasi lokal turut memperkuat jaringan pelestarian lingkungan ini.

Warga masyarakat adat berjalan melintasi kawasan hutan ulayat yang terjaga kelestariannya di daerah Jawa Barat. Foto ini merekam keharmonisan hubungan antara manusia dan alam yang diwariskan secara turun-temurun.

MASYARAKAT ADAT

Menjaga Hutan Adat Demi Masa Depan Pangan dan Tradisi Nusantara

MASYARAKAT ADAT | Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Jumat, 21 Agustus 2026 - 01:41 WIB

Perjuangan masyarakat adat dalam mempertahankan hak ulayat memiliki dampak nyata terhadap kelestarian lingkungan dan ketahanan pangan nasional. Melalui kearifan lokal yang teruji zaman, menjaga hutan adat kini menjadi bagian penting dari gaya hidup berkelanjutan masyarakat perkotaan.