Topik ketahanan pangan

Deretan leuit atau lumbung padi kayu tradisional di Kasepuhan Ciptagelar menjadi simbol ketahanan pangan mandiri masyarakat adat yang mampu bertahan selama puluhan tahun.

MASYARAKAT ADAT

Menjaga Lumbung Pangan dan Harmoni Alam Lewat Tradisi Kasepuhan Ciptagelar

MASYARAKAT ADAT | Minggu, 1 November 2026 - 08:37 WIB

Minggu, 1 November 2026 - 08:37 WIB

Masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar di Sukabumi membuktikan bahwa kearifan lokal dan tradisi ketahanan pangan sanggup berjalan harmonis dengan teknologi modern demi kelestarian alam. Melalui ritual Seren Taun dan pengelolaan lumbung padi kolektif, komunitas ini menawarkan perenungan berharga bagi kehidupan modern mengenai pentingnya kemandirian hidup dan penghormatan terhadap lingkungan.

Warga adat Kasepuhan Ciptagelar mengangkut hasil panen padi untuk disimpan di dalam leuit saat puncak perayaan tradisi Seren Taun. Prosesi adat ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus strategi ketahanan pangan mandiri yang diwariskan secara turun-temurun.

MASYARAKAT ADAT

Belajar Ketahanan Pangan dan Kedaulatan Beras dari Ritual Seren Taun Kasepuhan Ciptagelar

MASYARAKAT ADAT | Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar membuktikan bahwa tradisi Seren Taun dan kearifan lokal mengelola beras mampu hidup berdampingan dengan teknologi modern. Kebiasaan menyimpan panen di leuit serta menjaga kelestarian alam memberikan pelajaran berharga bagi masyarakat perkotaan tentang pentingnya kemandirian pangan. Melestarikan tradisi ini menjadi kunci utama dalam merawat identitas budaya sekaligus menghadapi krisis ekologis masa depan.

Masyarakat adat menjaga kawasan hutan ulayat secara turun-temurun melalui pemanfaatan sumber daya alam yang bijaksana dan penuh rasa hormat terhadap alam.

MASYARAKAT ADAT

Belajar Rahasia Kelestarian Alam dari Kearifan Tradisi Masyarakat Adat Nusantara

MASYARAKAT ADAT | Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Selasa, 20 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Masyarakat adat di berbagai pelosok Indonesia telah lama menerapkan sistem perlindungan alam yang terbukti ampuh menjaga kelestarian ekosistem. Artikel ini mengulas bagaimana filosofi dan norma hukum ulayat dapat diadaptasi ke dalam gaya hidup urban modern. Dengan mempraktikkan konsumsi bijak dan kepedulian lingkungan, masyarakat perkotaan dapat ikut serta menyelamatkan bumi dari krisis iklim.

Seorang petani memeriksa buah kopi yang mengering di perkebunan akibat cuaca panas ekstrem dan pola curah hujan yang tak menentu. Perubahan cuaca mengancam hasil panen komoditas unggulan Indonesia serta memicu pergeseran tren gaya hidup masyarakat.

IKLIM DAN ENERGI

Menghadapi Udara Panas Ekstrem dan Perubahan Musim yang Mengubah Gaya Hidup Masyarakat Indonesia

IKLIM DAN ENERGI | Minggu, 27 September 2026 - 09:26 WIB

Minggu, 27 September 2026 - 09:26 WIB

Krisis iklim di Indonesia kini telah berdampak langsung pada pola hidup harian masyarakat, mulai dari kelangkaan komoditas pangan hingga perubahan desain hunian perkotaan. Artikel ini mengulas bagaimana fenomena cuaca ekstrem memaksa warga beradaptasi serta pentingnya tindakan nyata berskala rumah tangga demi memitigasi dampak kerusakan lingkungan.

Masyarakat adat bersama aktivis lingkungan saat melakukan pemetaan partisipatif wilayah adat mereka menggunakan GPS untuk mendokumentasikan batas-batas tanah warisan leluhur.

MASYARAKAT ADAT

Menjaga Warisan Leluhur Melalui Pengakuan Wilayah Adat Demi Masa Depan Alam Indonesia

MASYARAKAT ADAT | Rabu, 16 September 2026 - 08:45 WIB

Rabu, 16 September 2026 - 08:45 WIB

Artikel feature ini mengulas pentingnya pengakuan legal atas wilayah adat di Indonesia sebagai benteng utama pertahanan ekologi dan krisis iklim. Melalui perpaduan kearifan lokal dan teknologi pemetaan modern, masyarakat adat terbukti mampu menjaga kelestarian hutan serta ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Masyarakat adat memegang peranan krusial dalam menjaga kelestarian hutan dan keanekaragaman hayati Indonesia melalui praktik kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

MASYARAKAT ADAT

Menjaga Akar Tradisi Melalui Pengakuan Tanah Adat Demi Keberlanjutan Alam Indonesia

MASYARAKAT ADAT | Sabtu, 5 September 2026 - 08:39 WIB

Sabtu, 5 September 2026 - 08:39 WIB

Keberadaan tanah adat menyimpan peran sentral dalam menjaga keseimbangan ekosistem, keanekaragaman hayati, dan warisan kuliner nusantara. Dukungan masyarakat urban melalui pilihan gaya hidup kritis dan berkelanjutan menjadi kunci vital bagi pengakuan hak-hak masyarakat adat di Indonesia.

Masyarakat adat Kasepuhan Ciptagelar mengarak hasil panen padi menuju lumbung adat dalam puncak prosesi ritual Seren Taun di Sukabumi, Jawa Barat.

MASYARAKAT ADAT

Mengenal Seren Taun Ciptagelar dan Rahasia Ketahanan Pangan Adat Sunda di Lereng Gunung Halimun

MASYARAKAT ADAT | Senin, 24 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:44 WIB

Ritual Seren Taun di Kasepuhan Ciptagelar memperlihatkan bagaimana kearifan lokal masyarakat adat Sunda mampu menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan hingga puluhan tahun. Lewat penghormatan pada alam dan sistem pertanian berbasis astronomi tradisional, warga membuktikan bahwa kesederhanaan dan tradisi leluhur dapat menjadi jawaban atas tantangan krisis pangan modern.